Di Tengah Pandemi Covid-19, PMKRI Tondano Menggelar MPAB 2020

1 min read

Tondano – Dampak pandemi Covid-19 membuat organisasi mengubah pola dan strategi untuk melaksanakan kegiatan, baik melalui dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).

Menyikapi kondisi pandemi tersebut, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tondano Santo Paulus menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) Tahun 2020 melalui via Zoom Meeting, sejak Jumat-Sabtu (30-31/10/2020).

Mengawali sambutannya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Tondano Anthoni R Talubun mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat. Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, PMKRI Tondano masih bergerak dan melakukan kaderisasi.

“Berkaca dari MPAB sebelumnya, jujur banyak sekali yang ikut MPAB. Tapi yang ikut, berproses hingga tuntas sampai kaderisasi selesai sangat sedikit,” ujar Talubun saat sidang kehormatan di Margasiswa PMKRI Tondano, Minahasa, Sulut, Jumat pagi.

Lebih lanjut Talubun menuturkan, bagi peserta baru agar tidak hanya mengikuti MPAB. Akan tetapi hingga pergerakan PMKRI Tondano selanjutnya, dimana patron gerakan yaitu Yesus sendiri.

MPAB merupakan jenjang pendidikan formal kedua dalam organisasi PMKRI. Jenjang pendidikan formal PMKRI Tondano itu mengangkat tema Terpanggil Untuk Terlibat dan Berpihak Pada Kaum Tertindas.

Sementara itu, salah satu Dewan Pembina PMKRI Tondano Desyemca Florenda Indra Muda menuturkan, di tengah pandemi Covid-19 para peserta MPAB masih mengikuti penerimaan anggota PMKRI.

“Soekarno pernah berkata, beri aku seribu orang tua, maka niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncangkan dunia,” tuturnya.

Desyemca pun menyatakan, pemuda mempunyai peran penting dalam sejarah perubahan yang besar.

“Dan mahasiswa mempunyai ciri khas berpikir jernih dan idealisme yang tinggi dalam pergerakan,” pungkas Ketua DPC PMKRI Tondano periode 2018-2019 ini.

Lain kesempatan, Presidium Pendidikan dan Kaderisasi (PPK) PMKRI Tondano Richard Fangohoi menyebutkan, total peserta yang mengikuti MPAB tanggal 30 Oktober – 31 Oktober 2020 berjumlah 31 orang.

“Kami meminta maaf kepada seluruh pihak, bilamana pemberian materi dan teknis pelaksanaan MPAB ada kekurangan. Tapi saya yakin kita sadar karena pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan untuk melakukan tatap langsung,” ujarnya.

Dia menjelaskan, setelah MPAB para peserta akan menjalani masa pendampingan hingga menuju ke tahap Masa Bimbingan (Mabim) yang merupakan jenjang pendidikan formal kedua PMKRI.

“Dan kita tahu bersama bahwa itulah kaderisasi yang diterapkan PMKRI. Jadi dua hari tidak cukup untuk kita berproses sebagai kader PMKRI,” ungkap Fangohoi.

Lebih lanjut, ia mengatakan Pendidikan dan Kaderisasi PMKRI Tondano akan melakukan evaluasi internal terkait MPAB, seperti hambatan peserta selama dua hari tersebut.

Dalam pelaksanaan MPAB itu, materi-materi dibawakan DPC PMKRI Tondano. (***)

Sumber: https://detikmanado.com/di-tengah-pandemi-covid-19-pmkri-tondano-menggelar-mpab-2020/ 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *